Sistem Juri di Peradilan Amerika Serikat

Sistem Juri di Peradilan Amerika Serikat – Warga Amerika Serikat yang divonis penjara lebih dari 6 bulan memiliki hak konstitusional berupa pengadilan yang dilakukan oleh juri. Juri yang ada di beberapa negara bagian Amerika tentunya telah dipilih melalui pendaftaran. Formulir yang berisikan berbagai pertanyaan nantinya akan dikirimkan kepada calon juri. Jika juri tersebut dinilai telah memenuhi beberapa persyaratan, ia akan mendapatkan panggilan. Juri di Amerika Serikat akan mempertimbangkan kesaksian dan bukti guna merangkum pertanyaan berdasarkan dengan fakta.

Sering kali muncul perdebatan mengenai kerugian dan keuntungan dari sistem juri. Dalam peradilan, juri berperan sebagai detektor kebohongan. Serupa dengan tradisi di Inggris, juri di Amerika berjumlah 12. Keputusan juri diharapkan mencapai mufakat. Meskipun begitu, jumlah juri banyak direduksi berdasarkan dengan ketentuan legislatif. Vonis atau keputusan harus diputuskan meskipun ada perbedaan pendapat.

Justicepartyusa – Sistem juri di Amerika memunculkan banyak kritikan. Ada kasus yang melibatkan isu pemisahan warga Amerika. Beberapa penelitian menilai bahwa juri berkulit hitam membebaskan pihak-pihak yang bersalah. Orang kulit hitam Amerika percaya menilai bahwa orang kulit putih memberikan hukuman kepada mereka yang tidak bersalah. Proses persidangan di Amerika melibatkan beberapa pihak. Pihak tersebut antara lain hakim, pengacara, penuntut umum, korban, terdakwa, juri dan saksi. Kesemua pihak memiliki peran yang berbeda. Untuk mengetahui peran para pihak yang terlibat di dalam peradilan Amerika, simak penjelasannya di bawah ini:

– Hakim, merupakan pihak yang membuka dan memberikan penjelasan akan jalannya persidangan. Ia juga bertugas dalam pemutusan beratnya hukuman terdakwa.
– Penuntut umum, merupakan pihak yang menjelaskan kepada juri tentang kasus tertentu dan memberikan pengaruh bahwa terdakwa merupakan pihak yang bersalah.
– Pengacara, merupakan sosok yang menjelaskan kepada juri jika terdakwa merupakan pihak yang tidak bersalah.
– Juri memberikan keputusan bagi terdakwa apakah ia bersalah atau tidak dalam kesimpulan singkat. Ia tidak diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada terdakwa, korban dan saksi.

 

Sistem Juri di Peradilan Amerika Serikat

Jika dibandingkan dengan peradilan pidana di Indonesia, sistem juri di Amerika memiliki kelebihan. Sistem juri di Amerika mengutamakan unsur sosial berdaulat dan membatasi kekuasan pemerintah. Kekuasan pemerintah tersebut dilakukan oleh penuntut umum dan hakim. Amerika menganut adagium selama bertahun-tahun. Adagium tersebut menyebutkan bahwa lebih baik untuk membebaskan sepuluh pihak yang bersalah daripada melakukan penahanan kepada satu pihak yang tidak bersalah. Dasar ini pula yang membuat negara Amerika menganut sistem juri dalam peradilan pidana. Hingga saat ini, sistem juri masih dianut oleh negara Amerika Serikat dalam menghadapi peradilan pidana.

Baca juga : Menilik Hukum dan Sosial di Amerika Serikat

Hukum yang ada di Amerika diambil menurut sistem hukum yang ada di Inggris. Hukum tertinggi yang ada di negara Amerika adalah Konstitusi. Sumber hukum yang dianut oleh negara adidaya ini adalah hukum konstitusi, statuta, common law dan hukum administatif. Konstitusi Amerika Serikat menjadi sumber hukum yang paling penting. Segala hal takhluk dan berada di bawah Konstitusi Amerika Serikat. Hukum-hukum yang ada di negara ini tidak boleh bertolak belakang dengan ketentuan konsititusi. Jika kongres setuju dengan sebuah statuta yang bertolak belakang dengan konstitusi, mahkamah agung dapat membatalkan statuta tersebut. Hukum di Amerika dinilai cukup unik. Setelah tidak berkaitan lagi dengan sistem hukum Britania, sistem hukum berkembang secara mandiri. Pengadilan di Amerika jarang mengikuti keputusan pasca revolusi. Kutipan hukum di Anerika dilakukan pada kasus domestik.